Konsistensi Ustadz Abdul Somad sebagai Pendakwah yang Otonom

Terdapat semacam persepsi yang berkembang bahwa para pendakwah generasi baru atau para “ustadz viral”, ustadz yang mendapatkan popularitas dan pengikut melalui dakwah mereka di dunia maya, tidak memiliki kompetensi pemahaman agama yang memadahi karena mereka tidak memiliki riwayat pendidikan keagamaan yang jelas.

Artinya, mereka baik alumni sekolah Islam formal seperti IAIN atau UIN, maupun pernah nyantri di pondok pesantren. Pernyataan demikian memang ada benarnya, namun tidak bisa begitu saja berlaku secara merata. Ustadz Abdul Somad adalah pengecualian bagi predikat ustadz sejuta viewer tanpa basis pendidikan dan pemahaman keagamaan (tentu beda dengan Evie Efendi).

Beliau lama mengenyam pendidikan keagamaan, baik nyantri hingga ke jenjang perguruan tinggi, dari Mesir hingga Maroko. Selain sebagai ustadz viral yang memiliki dasar keagamaan, ada hal lain yang menarik dari Ustadz asal Riau ini. Bagi saya, beliau adalah ustadz yang memiliki konsistensi dan bersikap otonom.

Singkatnya, dalam memberikan komentar terhadap sesuatu, tidak serta merta mengikuti apa yang menjadi pandangan umum kelompok ulama tertentu, maupun karena afiliasi politik tertentu. Sikap Abdul Somad ketika memutuskan untuk tidak mau masuk dalam bursa Cawapres yang sudah direkomendasikan GNPF bersama Assegaf al-Jufri merupakan contoh konsistensi dan otonomi diri.

Selengkapnya https://m.youtube.com/watch?v=nTbo6JL_A74&t=21s

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s