Pesantren VS Ustadz Viral: Mengapa Ustadz Sosmed Sangat Populer?

Merujuk hasil penelitian yang dilakukan oleh Center for The Study of Religion and Culture (CSRC) bekerjasama dengan PPIM UIN Jakarta (2018) mengungkapkan, tokoh agama yang paling populer dan menjadi idola bagi kalangan remaja muslim milenial adalah para ustadz-ustadz viral, seperti Abdul Shomad, Adi Hidayat, Felix Siaw, Khalid Basalamah, Hanan Attaki dan seterusnya. Bahkan, popularitas para pendakwah generasi baru tersebut melampaui tokoh-tokoh organisasi agama arus utama di Indonesia, seperti Kiai Said Aqil Siradj (NU) maupun Haidar Nashir (Muhammadiyah) yang tidak terlalu banyak dikenal oleh remaja muslim di Indonesia. Kiai sekelas Kiai Ma’ruf (Ketua MUI) pun kurang banyak disebut.

Lebih jauh lagi, para pemuda muslim yang sangat menggandrungi para pendakwah media sosial tersebut bukan hanya terinspirasi untuk menjalankan ajaran dalam kehidupan sehari-hari, mereka pun rajin membagi pengajian-pengajian di dunia maya.

Pada akhir kesimpulannya dalam bab “Media Sosial dan Reduksi Pembelajaran Keagamaan”, penelitian tersebut menyatakan, pengetahuan yang didapat dari jagat media maya telah benar-benar memproduksi kesadaran dan perilaku bagi para pemuda muslim milineal. Para Ustadz Viral melalui media sosial telah menjadi sumber utama mempelajari ilmu agama.

Pertanyaannya, mengapa Ustadz Medsos sangat populer dan menjadi idola bagi kalangan remaja? Salah satu alasan yang diungkap dalam video tersebut adalah pengaruh perkembangan internet itu sendiri. Nadirsyah Hosen (2008) dalam tulisannya berjudul “Online Fatwa in Indonesia: From Fatwa Shopping to Googling Kiai” menjelaskan, perkembangan internet di Indonesia telah merubah pola bagaimana cara mensosialisasikan fatwa dan bagaimana seorang individu mencari jawaban atas pertanyaan agama.

Perkembangan teknologi terutama melalui internet telah membuka ruang lebar bagi para penggiat dakwah keagamaan menyediakan alternatif fatwa di luar pihak yang memiliki otoritas tradisional yang telah dijelaskan sebelumnya. Alasan lain adalah peran besar pendakwah generasi baru menjembatani identitas remaja untuk merayakan konsumsi modern dengan legitimasi moral keagamaan. Sehingga, para pendakwah generasi baru harus menyesuaikan diri dengan segala kebutuhan psikologis remaja, mulai dari berpenampilan, bertutur sapa hingga tema yang diusung dalam kajiannya.

Simak penjelasan lengkapnya di video berikut ini https://m.youtube.com/watch?v=D_t4GJnGoMQ

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s