Pengertian Fundamentalisme dan Pola Pikir Kolonial, Kita Semua (Bisa) Menjadi Fundamental

Sumber Gambar: Berpijar.co

“Nur Cholish Madjid (2009) menyebut apa yang dilakukan Samuel Hutington dengan membuat penggolongan tipologi antar berbagai kebudayaan tersebut sebagai “colonial mindset”, sebuah pola pikir kolonial yang mengkotak-kotakkan berbagai kebudayaan dan mengunggulkan kebudayaan tertentu. Hal serupa dapat ditemui dalam pola pikir di Indonesia, dikotomi semacam Jawa dan Luar Jawa atau orang Jawa dan bukan orang Jawa juga mengandung implikasi bagi colonial mindset, dimana kebudayaan Jawa menjadi superior dibanding kebudayaan lain.

Hal serupa juga dapat berlaku di agama. Pemetaan semacam Islam liberal, Islam tradisional, Islam fundamental dan seterusnya dapat mengasumsikan adanya pengkotakkan bagi superioritas aliran keagamaan. Mungkin terkadang ada benarnya ketika ada seruan dari kelompok Islam tertentu untuk tidak melakukan pembagian Islam di dalam berbagai bentuk, alasannya yang digunakan biasanya mengatakan Islam ya Islam, titik! Tidak ada Islam Arab, Islam Nusantara dan seterusnya”.

Selengkapnya

Jayanto, Dian Dwi. 2018. ” Pengertian Fundamentalisme dan Pola Pikir Kolonial, Kita Semua (Bisa) Menjadi Fundamental”. Berpijar.co, 29/06/2018, https://berpijar.co/pengertian-fundamentalisme-dan-pola-pikir-kolonial-kita-semua-bisa-menjadi-fundamental/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s